3 Stimulasi Agar ASI Cepat Keluar Usai Melahirkan

3 Stimulasi Agar ASI Cepat Keluar Usai Melahirkan

July, 05 2019 | Regina | BREASTFEEDING

Bagi Bunda yang baru saja melahirkan, pasti ingin ASI cepat keluar agar proses menyusui segera berjalan. Namun acapkali hal itu tak terwujud karena ASI yang tersendat bahkan tak keluar sama sekali. Eitss, Bunda jangan langsung panik, ya! 

Menurut para ahli, ASI ibu kurang lancar usai melahirkan adalah hal normal terjadi. Biasanya ASI Bunda akan mulai mengalir tiga sampai lima hari usai melahirkan. Dan, beberapa hari setelahnya, Bunda akan mulai terasa penuh sebagai tanda produksi ASI mulai stabil. 

Namun, tetap saja ya Bun, buah hati membutuhkan ASI di awal kehadirannya di dunia. Jika tak diberikan ASI, bisa-bisa bobot si Kecil menurun drastis. Selain mengonsumsi obat penambah ASI, Bunda juga dapat melakukan stimulasi agar ASI cepat keluar. 

Berikut tiga jenis rekomendasi stimulasi agar ASI cepat keluar usai melahirkan. 


Skin to skin

Usai melahirkan, dokter atau bidan biasanya akan meminta Bunda untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada sang buah hati. Menempelkan tubuh bayi tanpa pakaian ke atas dada Bunda akan membuat bayi memiliki kedekatan emosional untuk mencari puting. 

Nyatanya, ada fakta unik ketika kulit ibu dan anak bersentuhan saat IMD. Yap, hormon oksitosin dan prolaktin yang terlibat dalam produksi ASI akan meningkat. Selama proses IMD ini, Bunda tetap harus rileks, ya. Jangan langsung panik ketika si Kecil belum bisa menemukan puting. 


Pijat payudara

Pijat oksitosin atau pijat pelancar ASI terbukti bisa membantu ASI cepat keluar. Ayah bisa, lho, membantu Bunda melakukan pijat oksitosin agar lebih rileks usai melahirkan. Lewat pijat pelancar ASI ini, kelenjar susu yang mungkin tersumbat atau menggumpal akan perlahan terurai dan keluar. 

Jika dilakukan secara rutin, pijat pelancar ASI akan meningkat kinerja dari saraf perifer dan komunikasi antar saraf serta mengurangi rasa sakit ketika menyusui. Maka dari itu, peran ayah dalam menyusui di sini terbukti sangatlah dibutuhkan, ya Bun.


Pompa ASI dengan tangan

Selain kondisi psikis, payudara Bunda juga harus dalam keadaan rileks agar ASI cepat keluar. Bunda bisa menggunakan lap hangat yang diletakan di payudara. Jika sudah, Bunda mulai bisa, nih, melakukan pompa payudara dengan tangan selama 10-20 menit setiap 2-3 jam sekali sampai bayi menyusu. Trik ini dipercaya akan memaksimalkan reseptor produksi prolaktin dan meminimalisir dampak ASI kurang lancar. 

Oh iya, pada tahap awal menyusui, Bunda sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan alat pompa, ya. Baiknya Bunda tetap berusaha untuk melakukan kontak skin to skin dengan si Kecil. 


Buat melengkapi kebutuhan nutrisi Bunda selama proses awal menyusui, Bunda bisa mengonsumsi Asifit pelancar ASI. Kandungan ekstrak daun katuk dalam satu kaplet Asifit pelancar ASI ini kaya dengan berbagai vitamin seperti B1, B2, B6, dan B2 yang berkhasiat menjaga kebugaran tubuh. Untuk mencegah efek samping, Bunda harus senantiasa memperhatikan dosis yang dianjurkan yaitu tiga kali sehari sebanyak 1-2 kaplet sekali minum.  

Selamat mencoba, ya Bunda. Semoga ASI cepat keluar dan si Kecil bahagia.