Ini Dia 5 Posisi Menyusui yang Nyaman untuk Bunda & Si Kecil

Ini Dia 5 Posisi Menyusui yang Nyaman untuk Bunda & Si Kecil

January, 03 2019 | editor 2 | BREASTFEEDING

Menyusui merupakan proses penting yang mesti Bunda lakukan. Hal ini dikarenakan air susu yang Bunda produksi merupakan satu-satunya sumber nutrisi untuk si Kecil sampai ia berusia 6 bulan (mulai masuk tahap MPASI). Pemberian ASI selama 6 bulan pertama kehidupan si Kecil biasa disebut ASI eksklusif, dan ini merupakan masa-masa penting dan krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Agar proses menyusui dapat berjalan dengan lancar dan nyaman, tentu saja terdapat berbagai posisi menyusui yang dapat Bunda coba dan lakukan. Berbagai posisi menyusui ini juga penting dilakukan untuk memastikan apakah si Kecil dapat mengisap puting dan susu dengan benar.

Berikut 5 posisi menyusui yang nyaman untuk Bunda dan si Kecil persembahan Asifit.


1. Cross-cradle Position

Posisi menyusui peryama ini cocok dilakukan oleh Bunda yang baru belajar menyusui dengan si Kecil yang baru lahir (atau bayi ukuran kecil dan bayi lahir prematur). Caranya, susui si Kecil dengan salah satu sisi payudara, misalnya payudara kanan, lalu topang tubuh dan kepala si Kecil dengan tangan kanan Bunda. Selama proses menyusui, Bunda juga dapat sambil memegang payudara kanan dan memberi pijatan lembut ke arah puting agar aliran ASI lebih lancar.

Posisi cross-cradle disebut-sebut sebagai posisi menyusui terbaik untuk si Kecil yang baru lahir (atau bayi ukuran kecil dan bayi lahir prematur) karena Bunda dapat memegang kontrol selama proses menyusui berlangsung. Selain itu, posisi cross-cradle  juga dapat menangani permasalahan bagi si Kecil yang mengalami kesulitan belajar melepas puting dengan benar.


2. Football Position

Sering disebut sebagai clutch position, posisi menyusui kedua cocok dilakukan oleh Bunda yang melahirkan secara caesar, memiliki puting datar, Bunda dengan bayi kembar, atau ketika puting Bunda sakit. Bunda dapat melakukan footbal position dengan memegang kepala si Kecil seperti sedang memegang bola di tangan, lalu letakkan seluruh tubuh si Kecil di bawah lengan dan ketiak Bunda.

Bunda juga dapat menggunakan bantal untuk menopang tubuh si Kecil, lho. Pastikan si Kecil menghadap Bunda dengan hidung sejajar puting dan kakinya ke arah punggung Bunda.


3. Cradle Position

Posisi menyusui klasik satu ini pasti banyak Bunda jumpai. Untuk dapat melakukan cradle position dengan benar, Bunda perlu menopang tubuh si Kecil dengan salah satu lengan dan posisikan badannya menghadap badan Bunda. Nah, tangan Bunda yang lainnya dapat mengatur letak payudara di mulut si Kecil agar ia dapat mengisapnya dengan benar, deh.


4. Side-lying Position

Selain football position, side-lying position juga cocok dilakukan oleh Bunda yang melahirkan secara caesar. Posisi menyusui keempat ini bakal memberi banyak kesempatan pada Bunda untuk bersantai karena tidak perlu menopang si Kecil dan dapat dilakukan dengan berbaring menghadap samping di atas kasur. Oh ya, dukung punggung dan kepala si kecil dengan bantal, yaa.


5. Laid-back Position

Kalau posisi menyusui keempat dilakukan dengan berbaring menghadap samping, posisi menyusui terakhir ini juga dilakukan dengan berbaring, tapi bukannya menghadap samping melainkan telentang. Laid-back position sangat tepat Bunda lakukan pada malam hari ketika si Kecil terbangun dan merasa haus atau lapar.

Caranya mirip dengan side-lying position, namun si Kecil akan berada di atas tubuh Bunda ketika ia menyusu. Tahan tubuh si Kecil dengan tangan Bunda agar ia tidak terjatuh, ya, Bun.


Posisi manapun yang Bunda pilih saat proses menyusui, pastikan Bunda lakukan dengan benar agar Bunda dan si Kecil merasa nyaman. Agar selama proses menyusui ASI Bunda tetap lancar dan berkualitas, ingat selalu untuk mengonsumsi makanan penuh gizi dan nutrisi baik, ciptakan suasana positif yang mendukung mental dan fisik Bunda, serta rutin konsumsi vitamin pelancar ASI seperti Asifit.

Vitamin pelancar ASI tersebut terbuat dari ekstrak daun katuk dengan kandungan vitamin B kompleks, sehingga berperan sebagai suplemen makanan juga. Konsumsi Asifit sehari 3x sebanyak 1-2 kaplet, Bun.