Jangan Panik, Ini 4 Tips Mengatasi ASI Ibu yang Kurang Lancar

Jangan Panik, Ini 4 Tips Mengatasi ASI Ibu yang Kurang Lancar

April, 29 2019 | Regina | BREASTFEEDING

Ketika si Kecil lahir ke dunia, tahap selanjutnya yang akan Bunda jalani adalah menjadi ibu menyusui. Tahap satu ini tentu saja penting dilakukan. Apalagi selama 6 bulan awal kehidupannya, si Kecil hanya bergantung kepada ASI sebagai sumber nutrisi dan makanannya, dan ia hanya dapat mengonsumsinya dari hasil produksi ASI Bunda. Maka, kelancaran produksi ASI tentu sangat diharapkan.

Namun, tak jarang produksi ASI ibu kurang lancar, sehingga menyebabkan si Kecil tidak mendapatkan ASI sesuai jumlah yang ia butuhkan. Merasa sedih dan khawatir? Itu wajar, Bun. Tapi, coba “bersihkan pikiran” karena permasalahan tersebut dapat diatasi.

Caranya pun tidak sulit. Intinya: jangan panik, dan baca terus artikel ini untuk tahu empat tips mengatasi ASI ibu kurang lancar, ya!


  • Pastikan posisi menyusui benar

Posisi menyusui yang salah dapat menghasilkan pelekatan mulut si Kecil tidak sempurna. Hal ini berimbas ia tidak dapat menyusu dengan baik. Tidak hanya berdampak negatif kepada si Kecil, Bunda juga akan terkena imbasnya. Posisi menyusui yang salah DITAMBAH dengan pelekatan mulut si Kecil yang tidak sempurna dapat membuat ASI yang diproduksi menjadi lebih sedikit.

Mengapa? Karena hal tersebut menurunkan stimulasi dan rangsangan tubuh Bunda dalam memproduksi ASI. Jadi, pastikan posisi menyusui yang Bunda pilih nyaman agar si Kecil dapat mengisap puting dengan benar.


  • Jaga frekuensi si Kecil menyusu

Jika ASI ibu kurang lancar, coba ubah jadwal menyusui dengan melakukannya lebih sering, kurang lebih 2-3 jam jedanya. Dengan begitu, payudara Bunda akan memproduksi ASI sebanyak kebutuhan waktu tersebut.

Lakukan secara konsisten, ya, Bun. Kalau tidak, sangat mungkin produksi ASI ibu jadi kurang lancar. Ingat selalu untuk menghabiskan ASI di satu payudara sebelum berpindah ke sisi payudara lainnya.


  • Minta dukungan Ayah

Bukan rahasia lagi bahwa Ayah juga memiliki peranan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif kepada si Kecil. Jadi, sebagai ibu menyusui, jangan ragu untuk minta bantuan Ayah dalam hal sekecil apa pun, misal minta tolong melakukan pijat oksitosin, membantu merapikan rumah, mengurus si Kecil, serta mengingatkan Bunda mengonsumsi obat pelancar ASI.

Hal-hal sederhana tersebut dapat membantu Bunda rileks, sehingga produksi ASI Bunda dapat meningkat.


  • Konsumsi obat pelancar ASI

Bunda, jangan lupa untuk rutin mengonsumsi suplemen ASI daun katuk, ya. Pilih yang memiliki kandungan ekstrak daun katuk dan vitamin B kompleks seperti Asifit.

Suplemen ASI daun katuk satu ini dapat membantu mengatasi permasalahan produksi ASI ibu kurang lancar sekaligus bertindak sebagai suplemen makanan yang membantu memenuhi nutrisi yang Bunda butuhkan selama menjadi ibu menyusui.

Konsumsi Asifit sehari 3x sebanyak 2-3 kaplet, ya.


Tidak sulit, kan, Bun, meningkatkan produksi ASI? Lakukan empat tips mengatasi ASI ibu kurang lancar di atas agar kebutuhan ASI si Kecil terpenuhi. Semoga bermanfaat dan pemberian ASI eksklusif berjalan lancar!