Apa Yang Harus Dilakukan Ketika ASI Bunda Kurang Lancar?

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika ASI Bunda Kurang Lancar?

January, 03 2019 | editor 2 | BREASTFEEDING

Bunda, pemberian ASI memang hal yang dianjurkan untuk dilakukan, dari setelah proses persalinan selesai hingga minimal si Kecil berusia 6 bulan. Namun, tidak jarang ada Bunda yang seringkali mengalami kesulitan dalam proses pemberian ASI. Hasilnya, si Kecil jadi kekurangan ASI, padahal ASI adalah makanan dan sumber nutrisi si Kecil. Hal berikutnya yang terjadi adalah Bunda akan bertanya-tanya, “ASI campur sufor, bolehkah?”

ASI dan sufor sebenarnya bisa diberikan kepada si Kecil agar kebutuhan gizinya tercukupi. Meskipun tidak sama dengan ASI, sufor bisa menjadi pengganti sesaat ketika ASI Bunda kurang lancar dan si Kecil membutuhkan ASI.

Kembali ke pertanyaan yang muncul dibenak Bunda, yaitu “ASI campur sufor, bolehkah?” Mengutip dari Tribunnews Kesehatan, alangkah baiknya untuk tidak mencampurkan ASI dan sufor. Jika memang Bunda harus menggunakan sufor, pastikan Bunda tidak memberikannya bersamaan dengan ASI (dalam satu botol yang sama). Mengapa? Berikut 3 alasannya.

Si Kecil Tidak Mendapatkan Gizi ASI Secara Maksimal

Saat Bunda mencampurkan ASI dan sufor ke dalam satu botol yang sama, kemungkinan si Kecil tidak menghabiskannya pasti ada. Hal ini berakibat si Kecil hanya meminum separuh dari campuran ASI dan sufor--dan bunda harus membuang sisanya karena susu formula hanya bertahan 2-3 jam setelah dibuat, tidak seperti ASI yang bisa bertahan lebih lama apabila disimpan dalam freezer.

Siasati dengan memberikan ASI terlebih dahulu lalu disambung dengan sufor sesuai kebutuhan si Kecil, ya, Bun.

Mencampur ASI dengan Sufor Dapat Mengubah Komposisi ASI

Mungkin Bunda sering mendengar bahwa mencampur ASI dan sufor dapat menambah nutrisi atau nilai gizi susu. Anggapan tersebut salah, Bun. Malah komposisi ASI dapat berubah dan membuat ginjal si Kecil bekerja lebih keras karena mikronutrien sufor akan menjadi lebih padat.

Kuncinya, berikan si Kecil ASI dan sufor dalam waktu dan kesempatan berbeda, jangan bersamaan.

Si Kecil Bakal Lebih Suka Minum dari Botol

Ketika si Kecil baru lahir dan belum menginjak usia di mana ia sudah dianjurkan untuk minum dari botol, ia pasti harus mengonsumsi ASI dengan cara menyusu ke Bunda. Apabila pemberian ASI dan sufor dilakukan dalam satu botol yang sama, kemungkinan si Kecil menjadi bingung puting sangat besar, sehingga ia akan menolak menyusu kepada Bunda dan lebih memilih lewat botol. Efeknya, ia akan jarang mendapatkan ASI secara langsung melalui payudara Bunda.

Bukannya tidak boleh menggunakan sufor, apalagi kalau ASI Bunda kurang lancar. Boleh-boleh saja, Bun, asalkan tidak langsung dicampur dengan ASI dalam satu botol karena tiga hal di atas. Apabila Bunda harus menggunakan sufor, pastikan sufor dibuat sesuai petunjuk pemakaian dan pembuatan, ya.

Kombinasikan pemberian ASI dan sufor ketika Bunda mengalami 3 hal ini, yuk!


1. Ketika ASI Bunda kurang lancar


Pemberian ASI dan sufor yang dilakukan dalam waktu dan kesempatan berbeda dapat membantu memenuhi gizi yang dibutuhkan si Kecil. Saat diberikan menggunakan botol susu, Bunda bisa memulainya dengan dot ukuran terkecil karena aliran susu yang lambat mirip ketika si Kecil menyusu lewat puting Bunda.

2. Bunda butuh waktu istirahat dan tidur nyenyak



Memiliki bayi dengan kebutuhan susu yang tinggi memang dapat melelahkan dan menguras tenaga, Bun. Agar tetap dapat beristirahat cukup, Bunda boleh memberikan sufor kepada si Kecil dalam waktu-waktu tertentu, misal pada malam hari. Tapi, jangan dibiasakan dan tetap susui si Kecil langsung dari payudara Bunda. Pada akhirnya, ASI tentu lebih bagus daripada sufor.


3. Tidak ada tempat atau kesempatan memerah ASI


Terjebak dalam situasi tidak dapat memerah ASI tentu saja dapat terjadi. Namun, bukan berarti si Kecil jadi tidak bisa mendapatkan ASI, Bun. Ubah keadaan ini dengan memerah ASI pada malam hari agar produksi ASI meningkat. Lalu, susui si Kecil pada pagi hari sebelum beraktivitas dan perah sisi payudara Bunda lainnya. Berapapun ASI yang Bunda peroleh, dapat dijadikan cadangan. Apabila kurang, Bunda boleh memberikan sufor kepada si Kecil agar kebutuhannya terpenuhi.

Pada akhirnya, jaga semangat menyusui, ya, Bun!