Ciri-Ciri Post Pantrum Deppression

Ciri-Ciri Post Pantrum Deppression

November, 28 2018 | editor 2 | BREASTFEEDING

Hari dimana akhirnya Si Kecil lahir di kehidupan Ayah dan Bunda pasti merupakan hari yang sangat membahagiakan dicampur rasa haru, bukan? Setelah melewati berbagai usaha dan pengorbanan, rasanya melihat wajah mungil Si Kecil akan mengobati segala rasa letih.

Tapi, bukan tidak berarti bagi beberapa Bunda yang mengalami rasa cemas dan stress selama beberapa hari pasca melahirkan adalah hal yang wajar, lho! Malahan hal tersebut dapat berlangsung dalam kurun waktu yang lama setelah Bunda melahirkan. Tahukah Bunda bahwa kejadian tersebut merupakan Sindrom yang bernama Post Pantrum Depression. Lalu, apa itu post pantrum deppression?

Hal tersebut biasa disebut juga sebagai depresi pasca melahirkan, awalnya Bunda merasa bahagia dengan kelahiran buah hatinya. Namun secara tidak sadar, kondisi Bunda akan berbalik 180 derajat. Banyak dampak dari depresi pasca melahirkan ini, lho, Bunda, salah satunya adalah produksi ASI berkurang.

Untuk menghindari kesalahpahaman Bunda, yuk, simak ciri-ciri dari Post Pantrum Depression sebagai berikut:

Mudah Tersinggung dan Marah Tanpa Penyebab yang Jelas

Perubahan hormon yang drastis setelah Bunda melahirkan bisa membuat Bunda jadi mudah tersinggung  dan marah terhadap hal-hal kecil yang mengganggu. Hal ini disebabkan karena hari-hari Bunda dipenuhi dengan tanggung jawab baru yang bertubi-tubi, kurangnya waktu tidur, serta minim dukungan dari orang-orang sekitar. Tetapi, ketika perasaan mudah marah ini terus berlanjut tanpa sebab yang jelas, bisa berarti Bunda termasuk kedalam salah satu dari ciri-ciri dari Post Pantrum Depression ini, lho.

Menangis Berlebihan

Hari-hari di awal menjadi seorang Ibu, tentunya akan menjadi pengalaman yang emosional. Hormon Bunda akan fluktuatif setelah melahirkan.  Ciri-ciri dari Post Pantrum Depression yang kedua adalah tingginya intensitas Bunda apabila sering menangis pada 2 minggu pertama pasca melahirkan. Jika sering menangis tanpa sebab, Bunda akan kekurangan mineral dan tenaga yang menyebabkan produksi ASI berkurang. Jika Bunda merasakan ciri-ciri tersebut dan keadaan menjadi lebih buruk, segera konsultasikan kepada psikolog, ya. Minum Asifit Pelancar ASI juga, ya, untuk mengatasi produksi ASI berkurang 3x dalam sehari yang disebabkan oleh suasana hati dan pikiran Bunda yang berubah-ubah.

Perasaan umum bersalah atau tidak berharga

Apakah Bunda merasakan ragu untuk merawat bayi atau merasa tidak sanggup menyusui dan menenangkannya, memandikan bayi, hingga merasa produksi ASI berkurang? Sebaiknya Bunda segera konsultasikan kepada psikolog, yaa..

Bunda juga dapat meminta jasa baby sitter untuk merawat bayi, sampai Bunda merasa pulih secara mental untuk merawat Si Kecil sendiri. Tetapi, yang paling penting adalah Peran Ayah dalam menyusui. Ayah juga memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kondisi yang sedang Bunda lalui. Memberi dukungan bagi Bunda dan turut merawat Si Kecil.

Kekhawatiran ekstrem dan kurangnya minat untuk Si Kecil

Bunda tentu tahu betapa pentingnya manfaat ASI untuk anak. Untuk meningkatkan produk ASI berkurang dan menghasilkan ASI yang berkualitas bagi Si Kecil berawal dari kondisi Bunda yang sehat fisik dan batin.

Tetapi saat timbul kekhawatiran yang ekstrem terhadap diri sendiri yang tidak mampu merawat Si Kecil hingga hilangnya minat untuk merawat Si Kecil akan membuat Bunda ingin menarik diri dari Si Kecil, akan membuat kesehatan Bunda bermasalah.Perasaan negatif inilah yang pada akhirnya membuat Bunda menarik diri dari Si Kecil. Namun jika rasa cemas dan kebingungan ini terus berlanjut meski sudah banyak bantuan, bisa jadi sindrom PPD sedang. Bunda yang terkena sindrom PPD sama sekali tidak tertarik untuk belajar. Dia justru selalu menyalahkan diri sendiri lantaran tidak bisa merawat bayi.

Kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan jernih, berkonsentrasi atau membuat keputusan

Bunda sering diminta menentukan beberapa pilihan sulit saat merawat Si Kecil, seperti memilih baby sitter, menentukan dokter anak yang tepat, dan beberapa keputusan lainnya. Jika Bunda memiliki kesulitan berkonsentrasi dan menentukan pilihan, bisa jadi merupakan depresi pasca melahirkan, lho. Cobalah untuk tetap tenang dan minta peran Ayah dalam menyusui  untuk membantu mengambil keputusan tersebut, yaa.

Nah, apakah Bunda memiliki salah satu dari  ciri-ciri dari Post Pantrum Depression di atas? Segera cari bantuan yang tepat ya agar kondisi tersebut dapa segera diatasi, yaaa.