Makanan Ibu Menyusui yang Sebabkan Bayi Terus Menangis

Makanan Ibu Menyusui yang Sebabkan Bayi Terus Menangis

October, 29 2019 | Regina | BREASTFEEDING

Bunda‚Ķ sudah pernah dengar kolik pada bayi? Yap, istilah kedokteran ini digunakan untuk menggambarkan situasi saat bayi dalam kondisi sehat namun sering menangis berlebihan. Hal ini tentu membuat Bunda khawatir karena bisa mengganggu ASI eksklusif untuk si Kecil.  Kolik umumnya terjadi pada bayi baru lahir dan akan berhenti ketika bayi berusia lebih dari empat bulan. Bunda patut curiga ketika bayi menangis hingga tiga jam dan berlangsung selama tiga hari dalam sepekan. 

Lantas, bagaimana cara membedakan kolik yang harus diwaspadai? Dilansir Alodokter, berikut beberapa cirinya seperti; suara menangis tinggi terus menerus, muntah cairan hijau, urine lebih sedikit, terdapat lendir dalam darah atau tinja hingga diare berkepanjangan, demam sampai mengalami kejang. Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kolik secara medis. Namun, beberapa ahli menduga kolik terjadi karena bayi mengalami gangguan pencernaan. 

Nah, Bun, karena bayi di bawah usia enam bulan masih mengonsumsi ASI eksklusif dari Bunda. Kualitas ASI sendiri bergantung pada makanan ibu menyusui. Pastinya jika Bunda makan makanan bergizi pasti akan membuat bayi sehat, apalagi sayur-sayuran seperti daun katuk yang dikenal sebagai makanan ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI.

Kini, Bunda tak perlu khawatir karena Kimia Farma telah menyediakan manfaat ekstrak daun katuk dalam kemasan Asifit pelancar ASI. Selain daun katuk, Asifit pelancar ASI juga mengandung vitamin B kompleks yang memiliki peranan besar dalam menjaga kebugaran tubuh Bunda selama menyusui si Kecil.  Asifit pelancar ASI memang telah dipercaya secara turun temurun sebagai vitamin andalan para ibu menyusui untuk dukung ASI eksklusif

Lantas, apa saja jenis makanan ibu menyusui yang bisa memicu terjadinya kolik? Yuk, simak ulasannya berikut ini. 

1. Produk susu & turunannya

Susu memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, terlebih dengan kandungan kalsium dan protein yang ada di dalamnya. Namun sejumlah ahli menduga jika produk susu dan turunannya seperti keju dan yogurt yang dikonsumsi ibu menyusui dapat memicu timbulnya reaksi alergi untuk sebagian bayi hingga menyebabkan ketidaknyamanan pada perut si kecil yang mengonsumsi ASI Bunda. 

2. Makanan pedas serta berempah

Makanan ibu menyusui yang mengandung bawang putih dan pedas memang dapat larut dalam ASI. Nah, ternyata beberapa bayi yang sensitif bisa terganggu dengan komponen makanan tersebut hingga mengganggu sistem pencernaannya dan menyebabkan kolik. Jika Bunda tetap ingin mengonsumsi makanan pedas dan berempah, sebaiknya ditakar jangan terlalu banyak, ya, Bun. 

3. Minuman berkafein

Bagi sebagian orang, mengonsumsi minuman berkafein bisa membuat jantung berdebar-debar. Maka dari itu, tidak disarankan untuk ibu menyusui mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak karena dapat mempengaruhi mood si Kecil usai minum ASI. Tak hanya pada minuman seperti kopi dan teh, kafein juga terkandung dalam obat pilek.

4. Makanan pemicu gas

Kendati belum banyak penelitian yang mendukung, namun beberapa jenis sayuran ternyata tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan sebagai makanan ibu menyusui. Jenis sayuran yang dimaksud seperti kol, brokoli, dan bawang merah karena dapat memproduksi gas berlebih dalam perut dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi. 


Nah, Bun, itu dia empat jenis makanan ibu menyusui yang bisa menyebabkan bayi menangis terus menerus atau kolik. Ketika bayi menangis Bunda harus tetap tenang, ya, agar bisa memberikan pertolongan yang tepat pada si Kecil.