Perubahan Tubuh Pasca Melahirkan

Perubahan Tubuh Pasca Melahirkan

November, 21 2018 | editor 2 | BREASTFEEDING

Setelah Bunda melewati masa-masa kritis berjuang untuk melahirkan sang buah hati, tentu Bunda merasa sangat lega akhirnya si Kecil lahir dengan sehat dan selamat. Selamat ya, Bun, akhirnya keluarga kecil lengkap!

Fase selanjutnya Bunda akan lalui adalah fase penyembuhan dan perubahan hormon yang cukup berbeda drastis.

Sudah pasti di sekitar area yang dilalui bayi akan terasa sakit setelah melahirkan, baik melahirkan melalui vagina ataupun operasi sesar. Jika Bunda melahirkan melalui vagina, sakitnya akan berkurang setelah beberapa bulan namun akan lebih lama pemulihannya jika saat Bunda melahirkan dokter melakukan episiotomi atau pemotongan jalan lahir untuk memudahkan bayi keluar.

Saat pertama kali buang air besar dan kecil, Bunda pasti khawatir terasa sakit sekali, tapi lama kelamaan sakitnya pun akan berkurang.

Untuk Bunda yang melahirkan lewat operasi, sakit yang dirasakan akan berlangsung kurang lebih satu hingga dua bulan. Bunda pun dilarang membawa barang dan melakukan pekerjaan berat agar luka diperut Bunda tidak terbuka akibat Bunda membawa beban berat.

Sesaat setelah lahiran, Bunda akan sedikit kesulitan untuk bangun secara spontan, Bunda perlu belajar sedikit demi sedikit untuk duduk dan berjalan. Proses penyembuhan dari operasi, memakan waktu sedikit lebih lama dari melahirkan melalui vagina.


1. Perubahan Berat Badan

Masalah yang sering sekali dihadapi ibu menyusui yaitu penurunan berat badan yang cukup sulit. Ada sebagian Bunda yang dapat dengan cepat kembali ke berat badan normal ketika memberikan ASI eksklusif pada bayi, namun ada pula yang harus menunggu si Kecil besar, baru dapat kembali olahraga rutin. Perlu diperhatikan, ya, Bun, menurunkan berat badan bukan berarti mengurangi asupan makanan Bunda karena si Kecil butuh nutrisi saat menyusui. Bunda harus terus mengonsumsi menu makanan sehat dan pelancar ASI bila perlu. Contohnya, Asifit yang mengandung ekstrak daun katuk, vitamin B1, B2, B6 dan B12 yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Bunda bisa melakukan olahraga ringan seiring berjalannya waktu tanpa mengurangi kebutuhan asupan si Kecil melalui ASI.

2. Rambut Rontok Saat Menyusui

Jangan heran seluruh lantai rumah Bunda akan banyak ditemui helai-helai rambut yang bertebaran. Hal ini dikarenakan perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh Bunda yang ditandai dengan rambut rontok berbarengan dengan saat menyusui. Bunda hanya perlu merawat lebih ekstra lagi rambut milik Bunda dengan menggunakan shampoo dan vitamin-vitamin rambut yang aman untuk ibu hamil. Fase ini biasanya berbarengan saat si Kecil mulai masuk ke tahap teething dan ditandai dengan banyaknya air liur yang keluar dari mulut si Kecil.

Banyak yang bilang, semakin banyak air liur yang keluar, semakin banyak pula rambut yang rontok. Tenang, Bun, nggak seperti itu kok! Fase tersebut memang akan muncul berbarengan tanpa saling berkaitan.

3. Perubahan Saluran Kemih

Saat hamil, kantung kemih Bunda mungkin sudah tertekan ke bawah akibat berat janin dan semakin ke bawah saat Bunda melahirkan melalui vagina. Hal ini, memengaruhi kantung kemih Bunda juga, lho! Beberapa saat setelah melahirkan, Bunda akan sulit menahan buang air kecil karena kantung kemih yang terdorobg ke bawah. Bunda bisa gunakan pantyliners jika dirasa Bunda sangat sulit untuk menahan buang air kecil.

4. Perubahan Elastisitas Organ Intim

Otot vagina sangat elastis karena bisa meregang saat melahirkan. Bayangkan, bayi yang memiliki berat 3,5 kg - 4 kg bisa keluar melalui vagina. Sungguh hebat bukan?!

Elastisitas otot vagina sayangnya akan sedikit berkurang, kemampuannya setelah melahirkan. Bunda perlu latihan kegel dengan ekstra lagi untuk mengembalikan kekencangannya. Olahraga rutin juga dapat membantu mengencangkan otot lain disekitar vagina seperti paha dan pinggul. Bunda hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk melakukan itu semua, bahkan untuk senam kegel, Bunda dapat lakukan di toilet. Mudah kan? Otot-otot akan kembali kencang lagi.

5. Perubahan Payudara

Payudara merupakan bagian tubuh yang sangat penting setelah Bunda memiliki bayi. Dari payudara, si Kecil diberi makan setiap harinya. Perubahan payudara jelas akan terlihat mulai dari Bunda hamil berlangsung hingga menyusui. Perubahan yang tampak jelas terlihat adalah ukuran dan volume payudara karena terisi ASI. Ukuran bra pun berubah dari sejak Bunda hamil. Bunda hanya perlu penyesuaian ukuran bra serta membeli bra yang mendukung Bunda untuk menyusui di mana pun.

Kulit di sekitar puting dan areola menjadi lebih gelap selama bunda menyusui, dan setelah selesai menyusui, payudara mungkin akan terlihat lebih kendur dari sebelumnya. Tapi, jangan khawatir, Bunda bisa lakukan olahraga rutin untuk mengembalikan kekencangannya dan warna gelap pada payudara pun berangsur-angsur menghilang setelah selesai menyusui.

Selain itu, untuk mendukung asupan bernutrisi dari ASI, Bunda perlu juga mengonsumsi sayuran dan makanan sehat lainnya. Tapi, tenang untuk yang nggak suka sayur, ada pelancar ASI yang mengandung sayuran seperti ekstrak katuk yang dapat dengan mudah ditemui di apotek-apotek, contohnya Asifit Pelancar ASI. Dengan begitu, kebutuhan asupan si Kecil menjadi bernutrisi.

6. Perut yang membuncit

Keluarnya bayi dari dalam perut tidak membuat perut Bunda langsung rata seperti sebelum hamil. Hal ini dikarenakan peregangan kulit dan jaringan lemak yang terbentuk saat hamil. Bunda perlu melakukan olahraga rutin untuk mengembalikannya. Tapi, hati-hati bagi yang melahirkan dengan proses operasi, ya! Karena Bunda belum bisa melakukan aktivitas berat dalam waktu beberapa bulan pasca melahirkan. Tunggu tubuh Bunda siap, baru Bunda bisa lakukan gerakan-gerakan ringan seperti sit-up untuk mengencangkan otot perut.

7. Jerawat Pada Wajah

Perubahan lain yang cukup terlihat di wajah adalah jerawatan setelah melahirkan. Bunda mungkin akan sadar, semakin banyak jerawat bermunculan pasca-melahirkan. Kulit Bunda juga akan lebih banyak menghasilkan sebum-sebum minyak. Perubahan hormon dalam tubuh, tentu saja memengaruhi bagian wajah Bunda juga. Oleh sebab itu, Bunda perlu merawat wajah lagi setelah melahirkan dengan obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui.

Nah, sudah kebayang kan, Bun, seperti apa nanti perubahan tubuh Bunda. Intinya, Bunda tidak perlu khawatir akan perubahan-perubahan itu asalkan bayi dan Bunda diberi kesehatan dan keselamatan setelah melahirkan. Jangan lupa untuk memberi ASI eksklusif untuk si Kecil, ya, Bun, agar si Kecil terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Nggak ada salahnya juga, konsumsi pelancar ASI selain untuk melancarkan dan meningkatkan produksi ASI dan membuat tubuh bunda bugar, Asifit juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil saat menyusui loh Bun.