5 Hal yang Harus Ayah Kuasai Saat Merawat Bayi

5 Hal yang Harus Ayah Kuasai Saat Merawat Bayi

November, 28 2018 | editor 2 | for DAD

5 Hal yang Harus Ayah Kuasai Saat Merawat Bayi

Merawat bayi memang terkadang jadi momok menakutkan bagi sebagian orangtua. Mengapa? Karena sebenernya, tak mudah untuk mengerti keinginan si bayi hanya lewat tangisannya saja. Makanya, tak jarang, ayah bunda lupa untuk mencari tahu apa saja yang harus dipersiapkan, terutama mengasuh bayi yang baru saja lahir. Merawat bayi bukan hanya tugas seorang bunda semata, lho, peran ayah juga tak kalah penting dalam merawat bayi.

Supaya ayah juga lihai dalam mengasuh bayinya, berikut ini ada beberapa tips buat para ayah, agar nyaman dalam merawat bayi. Simak, yuk, yah!

Cara menggendong bayi

Tubuh bayi yang baru lahir tergolong rapuh. Karenanya, menggendong bayi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, agar ia merasa nyaman. Seperti apa sih cara menggendong bayi yang benar?

Yang paling umum adalah dengan menimang. Caranya, dekatkan dan bungkukkan badan ke bayi, lalu selipkan satu tangan ke bagian belakang leher bayi untuk menyangganya. Sementara itu, tangan lainnya menopang sebagian punggung dan bokong. Kemudian secara perlahan, angkat bayi hingga ke dada dan sesuaikan posisinya hingga ia nyaman. Pastikan ya, Yah, posisi kepala, leher hingga bagian belakang bayi berada pada lengan bagian dalam atau lipatan lengan.

Selain menimang, ayah juga bisa menggendong bayinya dalam posisi tegak. Caranya, letakkan kepala bayi di atas bahu dan menghadap ke belakang. Satu tangan menopang bagian leher dan kepala, sedang tangan lainnya menyangga bokong dan sebagian punggung.

Nah, bagaimana dengan posisi duduk? Cara ini bisa dilakukan jika si bayi sudah berusia di atas 1 bulan. Posisikan bayi duduk di atas lengan, dengan lengan lainnya memegang dada dan kepala bersandar di dada.

Cara mengganti popok

Dalam satu hari, kebanyakan bayi akan berganti popok atau diaper sebanyak 10 kali. Wah, banyak ya..

Ada ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian ayah saat mengganti popok si Kecil. Pertama, persiapkan segala keperluan untuk mengganti popok dan dekatkan dalam jangkauan karena meninggalkan bayi lepas dari pengawasan sangat beresiko. Kedua, dalam membersihkan kotoran si bayi, selalu upayakan untuk mengusap alat kelaminnya dari arah depan ke belakang. Jangan terbalik ya, Yah! Hal ini penting untuk menghindarkan si Kecil dari bahaya infeksi.

Tak jarang, ruam seperti bintik-bintik kemerahan muncul saat bayi menggunakan popok atau diapers. Itu bisa saja terjadi karena kulit bayi sensitif yang menyebabkan iritasi oleh popok yang basah. Bila ruam bertahan hingga lebih dari 3 hari atau bahkan bertambah parah, segera periksakan ke dokter, ya! Ayah juga harus pantau kuantitas air seni selama bayi iritasi.

Ketiga, ayah juga bisa berinteraksi dengan si kecil. Komunikasi-komunikasi sederhana seperti suara-suara atau mimik wajah lucu, mampu membantu membentuk kedekatan antara ayah dan anak.

Cara memandikan bayi

Hindari memandikan si kecil setelah ia menyusu atau makan. Sebelum memulai memandikan, ada baiknya segala keperluannya sudah dipersiapkan, supaya si bayi tidak terlalu lama tanpa pakaian.

Gunakan air hangat dengan suhu sekitar 32 - 37 derajat Celcius, ya! Ayah bisa awali dengan memasukkan bagian kaki si Kecil terlebih dahulu untuk memastikan air memiliki suhu yang pas. Gunakan satu tangan dan lengan untuk menopang leher dan sebagian punggung, agar kepalanya tetap berada di atas permukaan air.

Bersihkan bagian wajah, dimulai dari kelopak mata dengan gerakan dari tengah menuju keluar. Jika menggunakan sabun, tuang sedikit saja agar kulit bayi tidak kering. Namun yang terpenting adalah, hanya bersihkan apa yang ayah dan bunda bisa lihat saja ya. Hindari memasukkan sesuatu terlalu dalam ke liang telinga atau hidung bayi, ya, Yah!

Pola tidur anak

Pada umumnya, bayi diketahui punya 12 - 18 jam tidur dalam sehari dan tak lebih dari 3 - 4 jam dalam sekali tidur, baik siang atau malam. Tapi, pada kenyataannya, tidak semua bayi punya pola tidur yang sama, lho, Yah!

Tapi tenang saja, Yah! Ada tanda-tanda yang mudah dikenali untuk membentuk pola tidur bayi yang sehat dan membuat ayah bunda tidak kelelahan sehingga punya waktu tidur yang cukup sepanjang hari. Bayi yang usianya 6 hingga 8 minggu, biasanya tidak kuat terbangun lebih dari 2 jam. Nah! jika mereka sudah menunjukkan tanda kelelahan seperti menguap, mengucek-ngucek mata atau terlihat lebih rewel dari biasanya, segera tidurkan si Kecil.

Ajari perbedaan siang dan malam dengan mengajak si Kecil main sesering dan selama mungkin saat siang hari. Termasuk juga menciptakan suasananya, seperti ruangan terang dan membiarkan suara seperti telepon atau tv berbunyi.

Sebaliknya, jika ia terbangun pada malam hari untuk menyusu, jangan terlalu banyak interaksi dengannya. Hindari cahaya dan suara yang berlebihan.  

Satu lagi nih, Yah, ciptakan kebiasaan-kebiasaan agar si bayi tahu kapan saatnya mereka tidur. Misalnya, saat mendendangkan lagu tertentu, menepuk-nepuk pantatnya atau memberikan kecupan. Meski terlihat remeh, bisa saja apa yang dilakukan punya potensi besar untuk mengatur jadwal tidur si kecil.

Asi Eksklusif

Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif jadi impian banyak orangtua. Mengapa? Selain karena bebas biaya, ASI menyediakan semua vitamin, nutrisi dan mineral yang diperlukan oleh bayi. Oleh karena itu, agar proses menyusui sukses, ayah juga harus memberi dukungan dengan menjadi ayah ASI. Lalu, apa saja sih yang dapat dilakukan agar ayah bisa menjadi ayah ASI?

Pertama, ayah bisa jadi penghibur saat bunda sedang menyusui. Kenapa? Karena saat bunda dalam keadaan senang, hormon prolaktin dan oksitosin yang penting untuk produksi ASI akan bekerja lebih baik. Selain jadi penghibur, ayah juga bisa menjadi manajer yang baik dengan mengatur persediaan ASI perahan (ASIP). Contohnya, Ayah bisa memulainya dengan mencari stok botol hingga memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Jangan lupa juga, ayah bisa menemani bunda memompa saat tengah malam dan selalu ingatkan bunda untuk memompa ASI saat si Kecil tertidur.

Kedua, Ayah juga bisa bantu dengan memijat dibagian kedua sisi punggung Bunda yang dapat membantu membuat Bunda rileks dan melepaskan hormon oksitosin. Pijat ini dikenal dengan nama pijat oksitosin.

Terakhir yang tak kalah penting, ibu menyusui perlu suplemen makanan yang membantu nutrisi harian bunda. Nah, agar pemberian ASI eksklusif berjalan lancar, ayah juga bisa mengingatkan bunda untuk  mengonsumsi vitamin pelancar ASI seperti Asifit. Berfungsi sebagai pelancar ASI, ASIFIT dilengkapi dengan ekstrak daun katuk, vitamin B1, B2, B6 dan B12 yang dapat memberikan nutrisi lengkap juga untuk si Kecil. Cocok untuk Bunda yang tidak suka sayur dan pelengkap vitamin dalam tubuh ibu menyusui, aman dan halal.

Merawat bayi, sesungguhnya akan terasa ringan dan menyenangkan, jika ayah dan bunda saling bekerjasama. Nah! Semoga tips-tips di atas tadi, dapat membantu ayah dalam merawat bayi ya..