Ayah Sebaiknya Pahami 5 Hal Ini, Saat Menjaga Bayi di Malam Hari

Ayah Sebaiknya Pahami 5 Hal Ini, Saat Menjaga Bayi di Malam Hari

January, 03 2019 | editor 2 | for DAD

Satu hal yang sering dikhawatirkan para orangtua saat merawat bayi adalah si kecil aktif atau melek sepanjang malam, alias begadang. Ya, sebagian orangtua pasti pernah merasakan terjaga di malam hari karena si kecil terbangun dari tidur, akibat berbagai macam sebab.

Nah, tak jarang akibat minimnya informasi, ayah dan bunda seringkali bingung, apa saja yang harus dilakukan agar si kecil segera kembali terlelap. Tapi, tenang saja, di bawah ini, ada sejumlah tips agar ayah tak kesulitan membantu bunda, menjaga si kecil ketika terbangun dimalam hari.

1. Membedong

Secara umum, berada di ruangan ber-AC memang membuat bayi merasa nyaman. Namun, jangan sampai terlalu dingin juga ya, Ayah. Sebab suhu yang terlalu dingin dapat menurunkan temperatur tubuh bayi secara signifikan dan membuatnya sakit. Selain mengatur suhu pendingin ruangan,  membedong juga bermanfaat mengatasi rasa dingin dan refleks kejut pada bayi. Sebab bayi, juga suka dengan udara yang hangat. Ingat, hangat bukan panas ya Ayah. Bedong membuat bayi serasa dipeluk dan segera tidur lagi saat terbangun. Karena itu, pilih kain bedong yang lembut dan nyaman di kulit bayi. Atau,  kalau mau sedikit kekinian, ayah bisa pilih bedong instan yang sedang tren.


2. Menggendong Bayi

Ketika bayi terbangun di malam hari, bisa saja semata karena ia terusik suara atau gerakan dari ayah bunda. Jika sudah begitu tak perlu panik. Ada banyak cara untuk menidurkannya kembali. Salah satunya adalah dengan menggendong.

Mengapa? Karena berada dalam pelukan, terlebih lagi bersentuhan kulit dengan orangtua, membuat bayi merasa nyaman. Menimang adalah cara menggendong bayi yang cukup mudah dan aman. Posisinya, salah satu lengan, mulai dari telapak tangan hingga siku menopang sebagian kepala, leher hingga bokong. Sedang tangan lainnya bisa memberikan tepukan ringan pada bagian bokongnya.

Agar bayi lebih tenang, sambil menimang, ayah juga bisa bersenandung kecil supaya ia makin terbuai dalam tidurnya.


3. Mengganti Popok

Hal lain yang bikin bayi terbangun dari tidur adalah karena popok atau diaper si kecil sudah penuh dengan pipis. Atau karena ia buang air besar alias pup. Hal ini memang biasanya membuat bayi tidak nyaman dan membuatnya gelisah.

Dalam mengganti popok atau diaper, ayah perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, dekatkan segala keperluan untuk mengganti popok dalam jangkauan ya. Lalu, dalam membersihkan kotoran si bayi, selalu upayakan untuk mengusap alat kelaminnya dari arah depan ke belakang, jangan terbalik ya.. Hal ini penting untuk menghindarkan si kecil dari bahaya infeksi.


4. Memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perahan)

Menggendong sudah. Mengganti popoknya juga sudah. Jika si kecil masih saja terus menangis, bisa saja karena ia haus atau lapar. Umumnya, bayi berusia kurang dari 6 bulan, hanya mengandalkan Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber utama nutrisi.  Walau lambungnya masih berukuran kecil, frekuensi menyusu bayi rata-rata 2-3 jam sekali dalam sehari,.

Ketika bayi terbangun karena haus atau lapar, Ayah bisa membantu bunda dengan memberikan si kecil Air Susu Ibu Perahan atau ASIP. Nah, supaya bayi tidak menunggu terlalu lama, ada baiknya sebelum tidur, ayah sudah menyiapkan ASIP dalam botol siap minum di lemari pendingin. Tapi ingat, jangan letakkan botol di bagian freezer.


5. Tidur tak jauh dari bayi

Nah, jika si kecil terbangun karena haus, ayah tinggal menghangatkan botol yang sudah disiapkan dalam lemari pendingin tadi. Bisa dengan cara merendamnya ke dalam air panas atau menggunakan penghangat botol. Tidak perlu terlalu lama, agar bayi tak kepanasan saat minum ASIP.

Bayi yang baru lahir, dengan rentang usia 0-6 bulan, sangat disarankan untuk tidur satu ruangan dengan Ayah Bunda. Mengapa? Karena berada dalam satu ruangan, membuat respon Ayah Bunda menjadi cepat terhadap si kecil. Tak cuma itu, berada sendiri di dalam ruangan, terkadang membuat bayi gelisah hingga akibatnya rewel dan tak henti menangis.

Menidurkan bayi dalam satu ruangan, Ayah Bunda bisa menempatkannya dalam tempat tidur bayi atau baby co-sleeper, atau bisa juga tidur dalam satu ranjang bersama Ayah dan Bunda. Tetapi ingat ya, menempatkan si kecil dalam satu tempat tidur dengan Ayah Bunda, cukup berisiko. Seperti terhimpit atau tertindih yang berujung bayi mengalami sesak napas.