Punya Pengalaman Kurang Menyenangkan saat Menyusui, Zee Zee Shahab & Ardina Rasti Rasakan Manfaat Daun Katuk untuk ASI

Punya Pengalaman Kurang Menyenangkan saat Menyusui, Zee Zee Shahab & Ardina Rasti Rasakan Manfaat Daun Katuk untuk ASI

August, 26 2019 | Regina | News & Event

 Zee Zee Shahab dan Ardina Rasti punya pengalaman tak menyenangkan dalam menyusui. Kini keduanya merasakan manfaat istimewa dari daun katuk untuk produksi ASI.

Menyusui adalah momen spesial bagi seorang ibu, segera setelah Si Kecil lahir ke dunia, kemudian berkesempatan menjalani peran istimewa. Pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi tak pernah berhenti digaungkan oleh banyak pakar, ahli, dan lembaga-lembaga kesehatan. Si Kecil membutuhkan ASI dari demi pertumbuhannya yang optimal, secara fisik maupun mental.

ASI mengandung komponen dan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan Si Kecil agar ia bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, serta cerdas. Akan tetapi memberikan ASI pada Si Kecil tak selalu jadi perjalanan yang mudah.

Dikelilingi beragam halangan

ASI bisa jadi tak selalu lancar mengalir, atau mendapati halangan lain saat berusaha menyusui Si Kecil. Dari kendala-kendala itu, ada banyak masukan atau tips menyusui beredar di masyarakat, tapi karena begitu banyak, bahkan ada yang bertolak belakang satu sama lain. Wajar jika merasa bingung, membedakan mana fakta dan mitos seputar menyusui. Menyusui memang butuh suasana kondusif, dengan banyaknya mitos yang beredar, bisa jadi justru menghalangi kelancaran saat menyusui Si Kecil. Oleh karena itu ibu menyusui sangat butuh dukungan dari berbagai pihak.

WHO dan UNICEF memperingati World Breasfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia tiap 1 – 7 Agustus. Hal tersebut jadi bentuk mengupayakan dukungan penuh bagi ibu menyusui di seluruh dunia. Mendukung hal itu, Asifit dan Nakita.id menggelar Parent Session #MenjagaKasihIbu, membahas “Mitos & Fakta Menyusui untuk Milenial”.

Event Asifit x Nakita.id

Digelar pada Jumat (23/8/2019), di Gedung Kompas Gramedia Lantai 7, Palmerah, Jakarta, acara ini menjadi bentuk edukasi tepat bagi ibu menyusui. Nunu Wibowo sebagai MC acara ini pun membuat suasana makin hangat dan semarak.

Mengundang pakar di bidang laktasi, Dokter Konselor Laktasi, dr. Ameetha Drupadi CIMI, berbagai mitos dan fakta yang melingkupi proses menyusui dikupas mendalam. Hadir pula Brand Ambassador Asifit, Zee Zee Shahab, serta aktris sekaligus seorang ibu, Ardina Rasti, yang berbagi pengalaman mereka sebagai ibu menyusui. General Manager Marketing Kimia Farma, Muhammad Arief Nugroho juga hadir untuk memperkaya pengetahuan peserta seputar suplemen pelancar ASI, Asifit. Selain itu, hadir Brand Ambassador Nakita.id yang berperan sebagai moderator, Glory Oyong, yang juga membagikan pengalamannya sebagai yang berusaha memberikan momen menyusui terbaik untuk buah hati.

Fakta di balik mitos menyusui

Dihadiri lebih dari 250 peserta, di antaranya komunitas Pejuang ASI dan milenial , acara ini menjadi sarana untuk mengetahui fakta di balik berbagai mitos menyusui yang mungkin sering didengar , dan memberi pencerahan bagi para yang menghadapi tantangan menyusui.

Para peserta bertanya dan mendapat jawaban langsung dari Dokter Ameetha yang berpengalaman di bidang laktasi, sehingga mendapat pengetahuan baru dari sumber terpercaya. Termasuk menjawab kebingungan soal mitos dan fakta ketika menyusui, yang juga dialami oleh Zee Zee Shahab.

Zee Zee bercerita, ia pun sempat kebingungan ketika dihadapkan dengan anjuran yang ternyata hanya mitos saat menyusui putra pertamanya, Fauzi Khaleev Putra Revolusi. “Apalagi aku anak pertama perempuan, dan ini cucu pertama laki-laki di rumah. Jadi mama selalu tahu segalanya. Nggak boleh makan pedas nanti rambutnya rontok, apa hubungannya?,” tutur Zee Zee, mengingat pengalamannya.

Saat pertama kali menyusui pula, Zee Zee punya pengalaman tak menyenangkan ketika menyusui anak pertamanya tersebut. Zee Zee bahkan sempat mengalami kesulitan memproduksi ASI. “Ada perasaan bersalah sampai sekarang, karena aku nggak bisa mengasihi (menyusui) sampai 2 tahun, aku hanya bisa mengasihi sampai 6 bulan, itu juga sangat tertatih-tatih karena saat itu aku nggak bahagia, nggak bahagia karena stres. Semakin nggak bahagia, semakin ASI nggak keluar, itu yang salah,” tambahnya.

Situasi ini ternyata bisa dijelaskan dari sisi medis, seperti yang dipaparkan Dokter Ameetha. Ketika menyusui, memang paling baik jika selalu merasa bahagia dan melakukannya dengan penuh kasih sayang agar ASI lebih lancar. Sebab salah satu hormon yang melancarkan ASI adalah oksitosin, atau hormon cinta.

“Berarti ibu menyusui ini sebisa mungkin harus penuh cinta, harus happy terus, senang terus,” ujar Dokter Ameetha.

Oleh karena itu, kondisi lingkungan ketika menyusui sangat memengaruhi kebahagiaan serta kualitas menyusui. Beruntung Ardina Rasti merasakan hal ini, ia mendapat dukungan penuh dari suaminya, Arie Dwi Andhika, selama menyusui.

Sebagai yang baru pertama kali menyusui, sang suami justru lebih panik dan selalu berusaha membuat wanita yang akrab disapa Rasti ini berada di kondisi terbaik untuk menyusui pertama kalinya.

Dukungan penuh suami pun membuat Rasti mampu menyusui lancar hingga putranya kini berusia 8 bulan. “Aku sama suami kan, awam banget, suami tuh rajin banget cari informasi pada saat aku hamil. Jadi memang dia sudah siap banget jadi ayah ASI,” cerita Rasti.

Bahkan suaminya juga sudah menyemangati Rasti sejak dirinya masuk usia kehamilan 8 bulan, meyakinkan jika saat ASI tak keluar nanti Rasti tak perlu panik dan tetap tenang.

Manfaat daun katuk

Masalah paling umum yang dihadapi saat menyusui adalah ASI kurang lancar atau produksi ASI yang sedikit. Selain faktor stres, nutrisi pun penting untuk memperlancar ASI.

Tentu sudah tak asing lagi bagi Sase lovers mendengar anjuran konsumsi daun katuk untuk memperlancar ASI. “Dalam daun katuk itu ternyata juga mengandung hormonal, yang bisa meningkatkan prolaktin, jadi jika dikonsumsi dengan dosis sekian, ini juga ada dosisnya karena untuk mencapai hormonal yang bisa mencapai prolaktin biasanya makan sekitar 200 mg katuk. Jadi itu dapat meningkatkan hormon prolaktin yang dapat meningkatkan produksi ASI,” jelas dokter Ameetha, dalam sesi sharing di Parent Session, Jumat (23/8/2019).

Tak hanya untuk memperlancar produksi ASI, daun katuk juga memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh para Ibu saat menyusui. Dokter Ameetha menambahkan jika daun katuk mengandung vitamin C, antioksidan, serta vitamin B yang perlu untuk menjaga kesehatan ibu menyusui.

Untuk mendapatkan manfaat daun katuk dengan cara yang lebih praktis bisa melalui Asifit. Asifit merupakan suplemen pelancar ASI dengan kandungan daun katuk dan Vitamin B kompleks yang aman konsumsi, cocok sebagai solusi ketika berhadapan dengan kendala ASI yang tak lancar, atau ingin meningkatkan produksi ASI. Mengandung ekstrak daun katuk alami, Asifit sangat aman digunakan menyusui, bahkan sejak di usia kehamilan 7 bulan.

Dokter Ameetha pun menambahkan jika Asifit ini termasuk herbal atau alami, sehingga aman jika konsumsi hingga selesai menyusui. Terlebih, mengonsumsi Asifit lebih praktis untuk memperlancar ASI.

“Justru malah kalau kita mengonsumsi katuk untuk mencapai tadi yang dijelaskan, hormon prolaktin, itu sekali konsumsi kan harus 200 mg, jadi lumayan banyak kan daun katuk kalau kita masak, nggak mungkin kita makan satu panci,” jelas dokter Ameetha.

Mengonsumsi Asifit sejak kehamilan dapat membantu ASI lebih banyak dan lancar ketika Si Kecil lahir, sehingga tak perlu pusing karena bayi segera mendapatkan asupan ASI berkualitas. Zee Zee Shahab sudah merasakan sendiri manfaat Asifit ini.

Menyadari pentingnya menyusui dan manfaat besar ASI untuk Si Kecil, Zee Zee pun berusaha memberikan ASI seoptimal mungkin untuk buah hatinya. Maka Zee Zee pun tak ragu mengonsumsi Asifit untuk membantunya selama menyusui, tak hanya memperlancar ASI, tetapi juga untuk menyehatkan tubuh sehingga tetap bugar selama memberikan ASI eksklusif.

“Kalau aku idealnya (mengonsumsi Asifit) sehari 3 kali, jadi memang bener-bener ketika sehari minum 3 kali kerasa kayak, tangki penuh nih. ASI penuh. Jadi bisa direct breastfeeding (menyusui langsung), bisa juga buat ASIP, ASI perah,” ujar Zee Zee.

Event Asifit x Nakita.id

Asifit mengandung ekstrak daun katuk sebanyak 114 mg, yang tak hanya berfungsi untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI secara alami, namun suplemen makanan ini juga mengandung vitamin B kompleks yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6 dan vitamin B12, sehingga membuat selalu bugar selama menyusui.

General Manager Marketing Kimia Farma, Muhammad Arief Nugroho menambahkan jika Kimia Farma telah mengetahui manfaat besar katuk yang sudah jadi tradisi. Maka untuk mendukung program pemerintah pemberian ASI eksklusif oleh para, Kimia Farma mengeluarkan produk yang memang berguna bagi yang menyusui.

Dipastikan pula tak ada bahan selain ekstrak daun katuk, sehingga aman dikonsumsi karena Asifit merupakan produk alami. Kualitas Asifit sebagai suplemen membantu memperlancar ASI tak perlu ragukan, sebab Asifit telah mendapatkan gelar TOP Brand Award 2019. Maka bisa mengandalkan Asifit sebagai solusi memperlancar ASI, tanpa takut bahaya atau efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Selain masalah kelancaran ASI, ada kendala lain saat ibu menyusui, yang mungkin pernah alami sendiri, seperti ucapan kurang menyenangkan dari orang lain. Seperti yang dialami oleh Rasti. Rasti bercerita jika dirinya bahkan kerap dibully di Instagram, adanya komentar-komentar tentang putranya yang kemudian menyasar pada caranya menyusui. Seperti tubuh putranya disebut kecil, dan netizen yang bahkan tak dikenalnya menuding jika ASI yang diberikan Rasti kurang berkualitas.

Seperti yang dialami Rasti, Asifit dan Nakita.id menyadari jika begitu banyak tantangan untuk menyusui dengan lancar tak hanya datang dari masalah lancar atau tidaknya ASI, maupun kondisi fisik. Bagaimana keadaan di sekitar pun bisa jadi kendala menyusui, termasuk ucapan orang lain.

Ucapan ‘kok ASInya sedikit?’ atau ‘anaknya kurus, pasti ASInya nggak bikin kenyang’ mungkin pernah dengar dan akhirnya memengaruhi kepercayaan diri  untuk menyusui Si Kecil.

Sadar atau tidak, mungkin malah kita sendiri yang pernah mengu­capkannya pada sesama ibu menyusui. Maka, Asifit dan Nakita.id pun dalam acara ini mengajak untuk turut serta menjadi bagian pendukung suasana kondusif bagi sesama ibu menyusui. Sejalan dengan campaign #LovingNotLabelling yang telah berjalan sejak 2018 kemarin, para peserta diminta untuk mengatasi labelling pada ibu menyusui.

Para peserta diajak untuk mengisi #LovingNotLabelling card dengan kata-kata penyemangat untuk sesama ibu menyusui. Dari acara ini, seperti yang dijelaskan oleh dokter Ameetha, bisa disimpulkan jika penting bagi saat menyusui untuk selalu merasa bahagia dan untuk memperlancar ASI, pun boleh mengonsumsi suplemen pelancar ASI yang alami seperti Asifit.

Sementara pengalaman yang dibagikan Zee Zee dan Rasti juga menjadi sebuah pelajaran berharga jika menyusui lancar sangat bergantung pada dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat, termasuk suami. Jangan khawatir, yang berada di luar Jakarta juga memiliki kesempatan untuk mengikuti Parent Session #MenjagaKasihIbu!

Asifit dan Nakita.id akan menggelar parent session di 3 kota lainnya. Parent session berikutnya akan hadir di Bandung pada Sabtu, 14 September 2019, lalu di Surabaya pada Minggu, 13 Oktober 2019, yang berada di Makassar juga bisa mengikuti parent session pada Sabtu, 9 November 2019 mendatang. Yuk, jangan sampai ketinggalan acara seru dan penuh ilmu ini!

Source: Sajiansedap.id