5 Olahraga Ibu Hamil yang Bisa Membahayakan Janin

5 Olahraga Ibu Hamil yang Bisa Membahayakan Janin

October, 28 2019 | Regina | PREGNANCY
Bukan hanya asupan makanan bergizi saja, Bunda juga harus selalu menjaga kebugaran tubuh selama kehamilan. Ada beberapa jenis olahraga ibu hamil yang disarankan oleh para ahli seperti yoga. Gerakan-gerakan yoga memang melatih pernapasan hingga membantu proses persalinan Bunda kelak menjadi lebih mudah, tenang serta lancar. Selain yoga, Asifit juga sudah merangkum beberapa jenis olahraga ibu hamil lainnya yang bisa melancarkan persalinan di sini

Kendati olahraga dengan banyak gerakan disarankan untuk ibu hamil, ternyata hal tersebut tetap harus melalui pengawasan dokter. Track record olahraga Bunda selama ini juga diperlukan untuk menentukan jenis olahraga ibu hamil mana yang cocok dan aman untuk Bunda dan janin. 

Dirangkum dari berbagai sumber, Asifit akan memberikan Bunda informasi perihal lima jenis olahraga ibu hamil yang bisa membahayakan keadaan janin dalam kandungan. Yuk, disimak, Bun! 

  • Basket

Olahraga yang sudah populer sejak masih sekolah ini memang sangat mengasyikkan jika dilakukan dengan teman. Selain bisa membakar kalori, olahraga ini juga mengasah konsentrasi. Sssttt… ternyata basket tidak disarankan sebagai olahraga ibu hamil, lho! Yap, tenaga yang besar serta risiko tertabrak tubuh pemain lain memang bisa membahayakan kesehatan Bunda dan si Kecil dalam kandungan.

Namun, apabila Bunda ingin bernostalgia main basket, boleh-boleh saja kok asalkan Bunda melakukannya sendiri dan hanya memantulkan bola ke ring basket. Pastikan badan Bunda tidak kelelahan karena berdiri terlalu lama dan hindari risiko terjatuh. 

  • Aerobik

Bagi banyak wanita, aerobik adalah olahraga yang menyenangkan. Gerakan-gerakan yang cepat dengan lagu nge-beat mampu membuat kondisi psikis jadi ceria. Tapi, tahukah Bunda? Aerobik ternyata bukan olahraga ibu hamil yang disarankan dokter. Gerakan aerobik yang cenderung cepat memang bisa membuat ibu hamil mudah lelah, hingga cedera. Apalagi jika usia kandungan sudah memasuki trimester tiga yang pasti akan membuat tak nyaman. 

Kendati tidak dianjurkan, namun bagi Bunda yang memang sudah terbiasa melakukan aerobik sebelum hamil boleh-boleh saja asalkan gerakan tidak terlalu cepat dan berat hingga membuat kelelahan. Pastikan Bunda tidak kekurangan mineral tubuh selama olahraga. Minum air putih yang banyak, ya, Bun! 

  • Bersepeda

Meski terlihat sederhana dan aman, bersepeda ternyata bukan olahraga ibu hamil yang disarankan selanjutnya. Ada beberapa risiko yang mungkin akan dialami oleh ibu hamil seperti kelelahan hingga kehilangan keseimbangan saat bersepeda. Jika Bunda terjatuh, tentu kondisi janin dalam kandungan akan terganggu. 

Saat memasuki trimester tiga, Bunda memang tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat. Sebaiknya, Bunda mulai memikirkan nutrisi yang baik untuk pasca persalinan, seperti ASI lancar. Selain makanan, suplemen pelancar ASI juga bisa jadi alternatif Bunda untuk mempersiapkan ASI yang lancar. 

Asifit hadir menjawab keresahan Bunda. Mengandung ekstrak daun katuk alami dan vitamin B kompleks, Asifit memang telah teruji klinis mampu melancarkan produksi ASI. Asifit aman dikonsumsi untuk ibu hamil yang akan melalui proses persalinan, lho! 

  • Diving 

Bagi Bunda yang senang berpetualangan dan suasana pantai, pasti gemar melakukan olahraga diving. Olahraga bawah laut ini ternyata tidak dianjurkan sebagai olahraga ibu hamil, lho! Selain karena membutuhkan tenaga yang prima, tekanan kuat yang terjadi dalam laut ternyata bisa menempatkan janin mengalami risiko menderita penyakit dekompresi, tentunya hal ini akan membahayakan si Kecil, Bun. Tekanan kuat tersebut akan mengakibatkan munculnya gelembung udara dalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri, ruam, hingga kelumpuhan.

  • Berlari 

Berlari memang dianggap sebagai olahraga yang sederhana dan bisa dilakukan. Namun, tidak untuk ibu hamil. Yap, berlari bukan menjadi olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil. Saat berlari, Bunda pasti mengalami guncangan yang membuat perut tidak nyaman. Selain itu beban si kecil membuat Bunda tak seimbang saat berlari dan bisa saja membuat Bunda terjatuh. Daripada berlari, Bunda bisa sebaiknya melakukan olahraga ibu hamil yang lebih aman seperti berjalan kaki yang memiliki risiko lebih kecil untuk Bunda. 

Oh iya Bun, Asifit mau memberitahu nih beberapa gejala yang patut Bunda waspadai ketika melakukan olahraga ibu hamil. Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami gejala-gejala berikut ini:

- Nafas tersendat atau menjadi pendek. 

- Pusing, sakit kepala hingga mau pingsan. 

- Sakit pada bagian dada, betis/kaki

- Pendarahan vagina dengan keluarnya cairan

- Otot lemas

- Gerakan janin berkurang


Yuk, Bun, berikan yang terbaik untuk si Kecil sejak dalam kandungan. Salah satunya bisa dengan konsumsi Asifit untuk mempersiapkan ASI yang melimpah saat si Kecil hadir ke dunia. Bunda hanya perlu mengonsumsi 1-2 kaplet Asifit saja 3 kali sehari, maka tubuh ASI lancar dan tubuh bugar. Anyway, selamat menanti buah hati, ya Bun!