5 Persiapan Ibu Menyusui untuk Anak Kembar Agar ASI Tercukupi

5 Persiapan Ibu Menyusui untuk Anak Kembar Agar ASI Tercukupi

September, 27 2019 | Regina | PREGNANCY

Bagi Bunda yang tengah mengandung bayi kembar, pasti sangat berbahagia, ya. Karena dalam waktu dekat, Bunda dan Ayah akan dikaruniai dua malaikat kecil sekaligus. Memiliki bayi kembar identik dengan kesan menggemaskan, sehingga tak jarang para calon orangtua cenderung akan sibuk mencari kebutuhan seperti pakaian dan pernak-pernik lainnya untuk si Kembar saat lahir. Padahal, menurut para ahli, persiapan ibu menyusui untuk anak kembar berkali-kali lipat. 

Bukan hanya sebatas menghadapi problematika ASI kurang lancar, menurut WHO, para ibu yang hamil anak kembar diminta untuk konseling laktasi saat antenatal ini minimal dilakukan 2 (dua) kali. Persiapan ibu menyusui untuk bayi kembar memang harus benar-benar dimulai sejak dini alias trimester 2 saat si Kembar sudah mulai terlihat saat USG. Sehingga saat si Kecil lahir, Bunda sudah tidak perlu merasa khawatir berlebihan lagi dengan ASI kurang lancar

Berikut lima persiapan ibu menyusui untuk anak kembar agar ASI tercukupi. 

1. Nutrisi

Seperti halnya ibu lain, ibu yang mengandung bayi kembar juga membutuhkan nutrisi yang seimbang sejak bayi dalam kandungan. Selain makanan yang bergizi serta vitamin, Bunda juga nggak ada salahnya untuk konsumsi booster ASI seperti Asifit menjelang persalinan. Mengandung ekstrak daun katuk dan vitamin B kompleks, Asifit adalah salah satu sahabat terbaik persiapan ibu menyusui bayi kembar. 

Harga Asifit sendiri tidak akan membuat kantong Bunda jebol. Apalagi Kimia Farma kerap menawarkan berbagai promosi harga Asifit yang lebih murah di official merchant baik online maupun offline. Lebih lanjut, Bunda bisa klik link berikut ini

2. Mengetahui posisi menyusui yang benar 

Persiapan ibu menyusui untuk bayi kembar lainnya adalah mengetahui posisi menyusui yang benar. Secara umum,posisi menyusui bayi kembar ada tiga yang banyak digunakan; 

  • Posisi silang (double cradle hold)

Bunda bisa memangku si Kembar dengan posisi berlawanan. Apabila bayi menyusu dengan payudara kanan maka kakinya akan menghadap ke kiri, pun sebaliknya. Posisi ini membuat kaki si Kembar menyilang  di atas pangkuan Bunda. 

  • Posisi mengimpit dua tas di ketiak (double-clutch hold)

Posisi menyusui seperti berikut ini membutuhkan bantal yang diletakan di dua sisi tubuh. Posisikan kepala di Kembar depan masing-masing payudara Bunda, dengan badan & kaki yang menjulur ke belakang tubuh Bunda dengan melewati ketiak. Perlu diingat, Bunda jangan terlalu keras mengimpit si kembar ya, lakukan dengan kondisi santai dan tenang. Kedua tangan Bunda memegang kepala si Kembar agar tetap sejajar dengan puting. 

  • Posisi kombinasi (cradle - cundle hold)

Posisi ini merupakan kombinasi dari dua posisi sebelumnya. Satu bayi menyusu dengan posisi mengimpit ketiak, sementara satunya lagi berada dalam pangkuan. 

Perlu diingat ya, Bun, saat menyusui bayi kembar jangan pernah terpaku pada satu lokasi payudara. Hal ini agar si Kecil tidak terpaku dan memiliki payudara ‘favorit’. Selain itu, hal ini jugfa menjaga agar kedua payudara ibu mendapat stimulasi hisapan yang seimbang, asupan bayi terpenuhi, terhindar dari payudara asimetris, serta mencegah mata bayi menjadi juling karena sering melihat ke satu sisi saja. 

3. Kecukupan ASI

Pentingnya mengikuti konsultasi laktasi akan membuat Bunda mengetahui kondisi fisiologis payudara saat memiliki anak kembar. Bunda tidak perlu takut ASI kurang lancar karena secara fisiologis, payudara distimulasi oleh dua bayi maka akan semakin bertambah aktifnya hormon oksitosin dan proklatin. Jadi anggapan bayi kembar tidak akan mendapat cukup ASI adalah salah. 

Derasnya produksi ASI juga didukung oleh semakin seringnya bayi mengisap payudara. Dilansir dari website resmi IDAI, isapan bayi memiliki peranan yang sangat penting dalam volume produksi ASI.  Ditambah dengan jumlah bayi yang mengisap payudara Bunda. So, jangan takut ASI kurang lancar saat si Kembar lahir, ya, Bun.

4. Rajin menyusu

Cara lainnya untuk mengatasi ASI kurang lancar adalah dengan rajin menyusui si kembar. Saat si kembar baru lahir, Bunda setidaknya menyusu delapan kali dalam 24 jam. Intensitas menyusu yang menurun akan berdampak besar pada penurunan produksi ASI secara bertahap. Terus semangat diri Bunda, istirahat yang cukup, dan tentunya minum suplemen pelancar ASI seperti Asifit

5. Selalu positive thinking

Persiapan ibu menyusui yang harus Bunda kuasai adalah tentang kemungkinan kondisi si kembar saat lahir. Bobot tubuh yang tidak terlalu besar untuk bayi kembar saat baru lahir adalah hal yang wajar. Pun halnya dengan kemungkinan Bunda melahirkan secara ceasar. ASI yang tidak langsung mengalir deras saat awal si Kembar lahir adalah hal yang wajar terjadi, termasuk pada ibu-ibu yang melahirkan tunggal. 

Sikap positive thinking ini juga membuat Bunda terhindar dari depresi pasca persalinan. Jangan sungkan untuk meminta bantuan suami, keluarga serta teman, ya, Bun.