Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Puasa? Yuk, Ketahui Syaratnya!

Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Puasa? Yuk, Ketahui Syaratnya!

July, 04 2019 | Regina | PREGNANCY

Ramadan telah tiba, nih Bun! Bagi para ibu hamil dan tengah persiapan ibu menyusui pasti bertanya-tanya, “Bolehkah berpuasa selama Ramadan?”. Dalam aturan agama Islam sendiri, sebetulnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidiyah, namun tetap saja ada Bunda yang sangat ingin merasakan puasa di bulan Suci ini. 

Dari segi medis, ibu hamil dan menyusui ternyata diperbolehkan untuk berpuasa asalkan memenuhi beberapa syarat. Untuk ibu hamil, sebaiknya berpuasa saat usia kandungan tidak berada dalam fase trimester pertama dan akhir. Kenapa demikian? 

Pada trimester awal, Bunda pasti mengalami mual, muntah, dan pusing yang cukup parah. Jika Bunda tetap memaksakan untuk berpuasa, maka akan menimbulkan risiko pada bayi yang kekurangan gizi atau berat badan kecil saat proses persalinan kelak. 

Pun ketika trimester terakhir, Bunda yang sudah memasuki fase persiapan ibu menyusui, pasti membutuhkan banyak asupan bergizi untuk si Kecil yang sebentar lagi lahir. Janin yang terus mengalami penyempurnaan perkembangan tubuh juga membutuhkan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi Bunda. 

Sementara untuk ibu menyusui juga ternyata bisa, lho, berpuasa asalkan memenuhi asupan kalori dan cairan tubuh. Sebab, saat berpuasa, Bunda pasti mengalami perubahan pola makan dan tidur yang berpotensi akan pengurangan nutrisi. Puasa pada dasarnya tidak akan mempengaruhi jumlah lemak dalam ASI, melainkan hanya kandungannya, ya Bunda. 

Buat para ibu hamil dan menyusui yang ingin berpuasa di bulan Ramadan, berikut tips-tipsnya agar senantiasa bugar. 

Asupan bergizi

Karena Bunda sedang menyusui atau masih persiapan ibu menyusui, baiknya asupan saat sahur dan berbuka senantiasa diperhatikan. Apalagi saat sahur, Bunda harus memastikan tubuh mendapat cairan yang cukup sebelum menjalani puasa sehari penuh. Makanan ibu menyusui yang harus ada dalam menu sahur adalah yang mengandung protein tinggi dan rendah lemak, ya Bun. 

Konsumsi vitamin

Asifit hadir untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Bunda. Untuk ibu hamil, Asifit bisa memberikan manfaat untuk persiapan ibu menyusui. Sementara untuk para ibu menyusui, Asifit bisa untuk mempelancar ASI. Kandungan ekstrak daun katuknya memang membuat Asifit kaya Vitamin B kompleks untuk menjaga badan tetap bugar. Bunda bisa mengonsumsi Asifit usai makan sahur dan berbuka sebanyak 1-2 kaplet. 

Perhatikan pola kerja

Bagi Bunda yang bekerja saat hamil dan menyusui, sebaiknya untuk tidak terlalu memforsir tenaga dan pikiran, ya. Karena bagaimana pun, si Kecil tetap membutuhkan asupan gizi dari Bunda yang cukup. Mulai komunikasikan dengan orang-orang sekitar lingkungan kerja untuk kondisi ini, ya Bun. 

Konsultasi ke dokter

Jika Bunda bertekad untuk berpuasa saat hamil dan menyusui, Bunda harus sudah mengonsultasikan hal ini ke dokter, ya. Hal ini lantaran dokter yang lebih tahu tentang kondisi kesehatan Bunda apakah memungkinkan untuk berpuasa atau tidak. 

Nah, itulah syarat serta tips untuk para Bunda yang ingin puasa saat hamil dan menyusui. Selamat mencoba, ya Bun!