Bun, Ketahui Ciri-Ciri ASI Basi dan Cara Menyimpan ASI, Yuk!

Bun, Ketahui Ciri-Ciri ASI Basi dan Cara Menyimpan ASI, Yuk!

January, 03 2019 | editor 2 | PREGNANCY

Menyimpan ASI merupakan hal yang kerap kali dilakukan, baik bagi Bunda yang memiliki segudang aktivitas ataupun Bunda yang mengalami kendala menyusui, untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan ASI si Kecil. Bunda dapat melakukannya dengan memompa ASI lalu disimpan dalam kulkas atau freezer agar dapat bertahan lama.

Namun, dalam menyimpan ASI ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan agar kualitasnya tetap terjaga, nih. Mengapa? Karena ada kalanya ASI disimpan terlalu lama atau disimpan dengan cara yang salah, sehingga menyebabkan ASI menjadi basi. Tentu Bunda tidak ingin memberikan ASI basi kepada si Kecil, kan?

Pada dasarnya, ASI perah hanya bisa bertahan selama maksimal 8 jam di suhu ruangan, 72 jam sampai 8 hari di kulkas, 3-6 bulan di freezer, dan 6-12 bulan di deep freezer. Lewat dari batas waktu tersebut, ASI bakalan basi. Nah, bagaimana, sih, ciri-ciri ASI basi? Berikut penjelasan Asifit agar Bunda mengetahui ASI basi atau tidak. Baca terus, ya, Bun!

1. Lapisan ASI tidak tercampur

Saat Bunda menyimpan ASI, komponen lemak dan non lemak ASI akan memisahkan diri. Saat Bunda mengeluarkannya dari kulkas, biasanya kedua komponen tersebut akan menyatu apabila diaduk perlahan. Apabila tidak menyatu meskipun sudah diaduk, tandanya ASI tersebut sudah basi dan sebaiknya segera dibuang, Bun.

2. Beraroma dan terasa asam

Meskipun terdapat variasi aroma pada ASI, tapi aroma asam adalah tanda bahwa ASI sudah basi. Sebelum memberikan ASI perah kepada si Kecil, pastikan untuk mengecek aromanya terlebih dahulu, ya, Bun. Kalau bisa, sekaligus icip sedikit ASI perah karena selain beraroma asam, ASI basi juga memiliki rasa asam. Jika Mom tidak sengaja memberikannya kepada si Kecil, ia bisa sakit perut dan terkena diare, lho.

Jadi, untuk mengetahui ASI basi atau tidak, Bunda perlu memeriksa, mencium, dan mencicipi ASI perah sebelum diberikan kepda si Kecil. Ingat terus ketiga hal tersebut, ya Bun! Lalu, bagaimana cara menyimpan ASI yang benar?

1. Pilih tempat penyimpanan

Bunda dapat memilih wadah penyimpanan ASI perah berdasarkan jumlah ASI dan lama penyimpanan. Jika ingin disimpan dalam jangka waktu yang lumayan lama, pilih botol kaca karena lebih kuat dibanding kantong penyimpanan ASi yang terbuat dari plastik. Bunda juga dapat menggunakannya berkali-kali karena dapat dicuci sehingga lebih ekonomis. Selain itu, material kaca memberi dapat memberi perlindungan lebih baik sehingga sulit tercemar. Apabila Bunda memilih untuk menggunakan wadah plastik, pilih yang tidak mengandung bahan bisphenol A, ya.

2. Simpan dalam suhu yang tepat

Menyimpan ASI dalam suhu dingin dapat membuatnya bertahan lebih lama. Tapi ternyata, bagian-bagian kulkas memiliki jangka waktu berbeda terhadap ketahanan ASI, lho. Misalnya, ASI dapat bertahan 72 jam hingga 5-8 hari saat disimpan di kulkas (suhu 0o C-4o C, jauh dari pintu kulkas); 3-6 bulan di freezer <0o C); dan 6-12 bulan di freezer tunggal atau deep freezer. Kalau Bunda tidak mau menyimpan ASI dalam kulkas atau freezer, ASI dapat bertahan hingga 8 jam di suhu ruangan (16o C-29o C) dan selama 24 jam apabila ditaruh di cooler bag/ice pack (suhu 4o C-15o C).

3. Tulis data perah di kemasan

Hal ini bermaksud agar Bunda dapat mengambil ASI yang pertama kali diperah sebelum basi. Biasakan untuk menulis tanggal dan waktu perah Bunda pada kemasan agar tidak lupa, ya.

Setelah membaca artikel ini, jangan sampai salah mengenal ciri-ciri ASI basi dan pastikan untuk selalu menyimpan ASI dengan cara yang benar agar ASI Eksklusif tercapai, ya, Bun.