Mengetahui ASI Basi atau Tidak, Yuk Cek Cara Menyimpan ASIP yang Benar

Mengetahui ASI Basi atau Tidak, Yuk Cek Cara Menyimpan ASIP yang Benar

April, 29 2019 | Regina | PREGNANCY

Sebelum si Kecil hadir di dunia, ada satu hal penting yang perlu Bunda ketahui, nih, yaitu cara menyimpan ASIP (ASI Perah) yang baik dan benar. Mengapa hal tersebut menjadi penting? Saat nanti Bunda kembali melakukan aktivitas atau kembali bekerja setelah cuti melahirkan, si Kecil masih membutuhkan ASI. 

Agar asupan ASI ia dapatkan sampai minimal 6 bulan awal kehidupannya, tentu Bunda perlu melakukan pumping. Dan hasil ASI yang dipompa harus disimpan agar ASI tidak cepat basi dan rusak sehingga tahan lebih lama.

Mengetahui ASI basi atau tidak, Bunda sangat harus mengetahui cara menyimpan ASIP yang benar. Bunda juga harus tahu ASI bertahan berapa lama agar si Kecil mendapatkan ASI kualitas terbaik.

Untuk mengetahui cara menyimpan ASIP yang baik dan benar, yuk, baca artikel ini sampai selesai!

    • Gunakan wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril

    Bunda bisa memilih botol plastik/kaca atau kantong ASI yang BPA free. Meski praktis dan harganya relatif lebih murah dibanding botol kaca, pastikan Bunda tidak menuangkan terlalu banyak ASI, ya. Hal ini bertujuan agar kantong ASI tidak bocor. Kalau terlalu penuh, nantinya kantong ASI tidak bisa direkatkan dengan sempurna, sehingga kantong jadi sedikit terbuka, deh.

    Jika Bunda memutuskan untuk menggunakan botol, pastikan botol dalam keadaan kering agar tidak ada bakteri yang bercampur dengan ASI.

    • Hindari menyimpan ASI dekat daging segar

    Meski Bunda sudah menutup rapat botol plastik/kaca atau kantong ASI, bakteri tak kasat mata tetap bisa menempel di kemasan ASI, lho. Apalagi kalau Bunda tidak memiliki kulkas khusus penyimpanan ASI dan menyimpan ASI di freezer. Kalau bisa, sih, jangan tumpuk ASI berdekatan dengan daging segar, ya, Bun, karena dapat memengaruhi tingkat higienitas ASI.

    • Beri label dan tulis tanggal Bunda memompa ASI


    Setelah ASI perah dituangkan dan kerapatan kantong ASI atau botol plastik/kaca sudah dicek, langkah selanjutnya yang mesti Bunda lakukan ialah memberi label dan menuliskan tanggal saat ASI diperah. Hal ini bermaksud agar Bunda mengetahui ASI basi atau tidak serta ASIP mana yang harus diberikan kepada si Kecil terlebih dahulu. Biasanya, ASIP yang diberikan adalah yang paling awal disimpan.

    Oh ya, gunakan spidol atau pulpen tahan air agar informasi tanggal pada label tidak mudah terhapus, ya, Bun.

    • Cuci bersih tangan Bunda sebelum pumping

    Akan jadi sia-sia apabila cara menyimpan ASI-nya sudah benar, namun cara memompanya kurang tepat. Alhasil, ASI yang disimpan bisa saja mengandung bakteri. Bunda tentu tidak mau ASI tersebut dikonsumsi si Kecil, kan? Jadi, pastikan alat pumping sudah disterilisasi DAN bunda sudah mencuci tangan sebelum pumping, agar higienitas tetap terjaga.

    • Jangan menyimpan ASI terlalu lama


    Meski disimpan di freezer, ASI juga bisa kedaluwarsa, lho, Bun. Sekalipun bisa bertahan 6 hingga 12 bulan dengan cara menyimpan ASI yang benar, kadar vitamin dan mineralnya akan berbeda dibanding ASI yang baru berumur 24 jam.

    Berikut cara mengetahui ASI basi atau tidak sesuai dengan waktu dan cara menyimpannya:

    • Pada suhu ruangan 25 derajat Celcius, ASI perah dapat bertahan hingga 6 jam.
    • Jika disimpan dalam cool box dan ditambah ice pack, ASI perah dapat bertahan hingga 24 jam.
    • Ketika ditaruh di kulkas dengan suhu minimal 4 derajat Celcius, ASI perah dapat bertahan sampai 5 hari.
    • Apabila disimpan di dalam freezer bersuhu -18 derajat Celcius atau lebih rendah lagi, ASI perah dapat bertahan hingga 6 bulan atau lebih.

    Seperti yang sudah dibahas pada awal artikel, pumping perlu Bunda lakukan agar si Kecil mendapatkan asupan ASI yang ia butuhkan ketika cuti melahirkan sudah selesai.

    Agar produksi ASI Bunda tetap lancar, jauhi hal-hal yang dapat membuat stres, yuk, Bun. Perbanyak aktivitas dan kegiatan yang menyenangkan agar tubuh Bunda lebih rileks dan santai, sehingga ASI yang Bunda hasilkan berkualitas dan jumlahnya sesuai kebutuhan si Kecil.


    Jangan lupa konsumsi suplemen pelancar ASI seperti Asifit juga, Bun. Memiliki kandungan ekstrak daun katuk dan vitamin B kompleks, Asifit dapat membantu Bunda meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Yuk, rutin konsumsi Asifit sehari 3x sebanyak 1-2 kapsul!