Peran Ayah dalam Menyusui hingga Menyapih si Kecil

Peran Ayah dalam Menyusui hingga Menyapih si Kecil

February, 28 2020 | Regina | for DAD

Baby blues adalah istilah yang biasa digunakan untuk para ibu yang mengalami perubahan mood dan perasaan yang drastis usai melahirkan. Hal ini sangatlah normal terjadi karena seorang ibu melalui fase baru dalam dirinya yaitu melahirkan dan menyusui yang bisa dibilang tidaklah mudah. Maka dari itu peran ayah dalam menyusui mutlak dibutuhkan. 

Beberapa peran ayah dalam menyusui yang bisa dilakukan mulai dari mencari informasi terkait proses menyusui di internet atau mengajak Bunda berkonsultasi ke dokter laktasi. Hal ini tentunya membuat Bunda merasa sangat bahagia karena Ayah sudah suportif dalam membantu proses menyusui si Kecil. 

Proses menyusui pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon kebahagiaan dalam tubuh ibu seperti hormon oksitosin dan prolaktin.  Beberapa cara bisa Ayah lakukan untuk memicu hormon kebahagiaan tersebut seperti memberikan dukungan pada Bunda, membantu urusan merawat si Kecil, hingga melakukan pijat oksitosin yang berguna untuk relaksasi. 

Untuk manfaat dan tahapan dari pijat oksitosin, silakan baca pada artikel: Pijat Oksitosin Sebagai Bentuk Peran Ayah dalam Menyusui.

Umumnya, proses menyusui terjadi hingga usia si Kecil 2 tahun kendati ASI Eksklusif hanya disarankan sampai 6 bulan saja. Ini artinya, Ayah dan Bunda harus saling membantu dan mendukung agar si Kecil tetap mendapat yang terbaik. 

Setelah proses menyusui akan selesai, bukan artinya peran ayah dalam menyusui akan terhenti. Ayah dan Bunda tetap harus bekerjasama dalam proses menyapih si Kecil. Dilansir dari laman AyahASI.org, beberapa tahapan yang bisa Ayah lakukan untuk menyapih si Kecil. 

  • Tentukan tenggat waktu

Proses penyapihan umumnya dilakukan sejak 2 tahun. Namun tak ada salahnya jika orangtua sudah mulai menentukan tenggat waktu penyapihan sejak si Kecil berusia 1  tahun. Sebagai bentuk peran ayah dalam menyusui, Ayah bisa lho mencari informasi ke Ayah ASI lainnya tentang waktu yang ideal untuk menyapih.  

  • Perlunya sosialisasi

Peran ayah dalam menyusui lainnya adalah dengan ikut memberikan sosialisasi pada orang sekitar tentang waktu menyapih si Kecil. Orangtua, saudara serta orang sekitar ikut memberikan edukasi pada si Kecil tentang proses menyapih ini secara sederhana. Karena dengan begitu, si Kecil perlahan akan paham bahwa di hari ulang tahunnya yang kedua nanti ia sudah besar dan tidak lagi menyusu pada Bunda. 

  • Buat rutinitas baru

Bersamaan dengan sosialisasi, Bunda dan Ayah sudah mulai membuat rutinitas baru untuk si Kecil. Jika sebelumnya si Kecil menyusu 3-4 kali sehari, maka sebaiknya mulai dikurangi dengan 2-3 kali saja sehari. Dan, menyusu hanya ketika ingin tidur di malam hari atau saat baru bangun tidur. Rutinitas ini baiknya makin berkurang hingga menjelang si Kecil menyapih. 

Pun biasanya kuantitas ASI akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia si Kecil. Kendati begitu, Bunda tetap bisa memberikan ASI yang terbaik dengan rutin mengonsumsi suplemen Asifit Kimia Farma. 

Terbuat dari ekstrak daun katuk alami, Asifit Kimia Farma memang sangat aman dikonsumsi selama proses menyusui tanpa efek samping setiap hari 1-2 kaplet sebanyak 3x sehari. Asifit Kimia Farma juga mengandung vitamin B kompleks (B1, B2, B6 dan B12) untuk jaga kebugaran tubuh ibu menyusui. 

  • Hari H

Jika proses penyapihan masih berlangsung hingga usia si Kecil 2 tahun, jangan langsung panik, ya. Tetaplah berusaha untuk menyapih si Kecil, karena pada dasarnya, proses penyapihan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba karena justru akan berdampak pada psikologis si Kecil. 


Nah, peran ayah memang tidak hanya berhenti saat menyusui saja, tapi juga hingga menyapih. Semangat, ya, Ayah & Bunda! Jangan lupa juga untuk support Bunda dalam mengAShi dengan minum Asifit, ya! Asifit, menjaga kasih ibu.